PERCOBAAN 1

KUMPARAN INDUKSI

 

LAPORAN PRAKTIKUM

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH

Praktikum Elektromagnetik

Yang dibina oleh Bapak Heriyanito, S.Pd, M.Pd.

 

 

Oleh kelompok 3:

Fiona Putri Parama Mallisa /190321624001

Hanna Tassia Hutabarat /190321624069

Ivena Raissa Salsabella /190321624098

Mutammimatul ‘Abidah Azzahidah /190321624027

Rindy Setiyani Ningsih /190321624034

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FEBRUARI 2021

 

A. JUDUL

Percobaan  kumparan induksi

 

B.  TUJUAN

1.    Mahasiswa dapat memahami watak kumparan jika dialiri listrik searah (DC)

2.     Mahasiswa mampu mempelajari watak kumparan jika dialiri listrik bolak-balik (AC)

3.     Menentukan resistansi kumparan dengan Wheatstone bridge

4.     Menentukan induktansi diri suatu kumparan

5.     Menentukan reaktansi induktif dari sebuah kumparan

C. DASAR TEORI

         Induksi Elektromagnetik merupakan peristiwa timbulnya arus listrik karena adanya perubahan fluks magnetik. Fluks magnetik yaitu jumlah banyaknya garis gaya magnet yang dapat menembus suatu bidang. Michael Faraday merupakan ilmuwan dari jerman, mempunyai gagasan bahwa medan magnet dapat menghasilkan sebuah arus listrik. Kemudian pada tahun 1821 Michael Faraday membuktikan adanya perubahan medan magnet yang dapat menimbulkan arus listrik.

                    

                                    WhatsApp Image 2021-02-22 at 19.01.25 (1).jpeg

                                    Gambar 1.1 Kumparan yang dialiri oleh listrik DC

 

         Apabila pada suatu penghantar berbentuk kumparan yang dialiri listrik DC, maka penghantar tersebut dapat berperilaku seperti magnet batang. Sedangkan dalam rangkaian tertutup  sumber tegangan DC, nilai resistansi dari induktor hanyalah resistansi ohm. Apabila pada suatu penghantar berbentuk kumparan yang dialiri listrik AC, maka yang berpengaruh pada rangkaian tersebut tidak hanya hambatan ohm tetapi juga hambatan yang muncul dari kumparan (reaktansi induktif).Nilai reaktansi induktif dapat bergantung pada jumlah besarnya induksi diri kumparan.Reaktansi suatu induktor/kumparan, banyak difungsikan pada rangkaian-rangkaian elektronik.

           


            Terdapat beberapa faktor yang bisa berpengaruh besar pada GGL induksi yaitu : (1) Kecepatan perubahan medan magnet, apabila perubahan medan magnet semakin cepat, maka GGL induksi yang timbul juga akan  semakin besar. (2) Jumlah banyaknya lilitan, Semakin banyak lilitannya, maka GGL induksi yang timbul akan semakin besar. (3) Kekuatan magnet, Semakin kuat gejala kemagnetannya, maka semakin besar pula GGL induksi yang akan timbul.

Proses-Terjadinya-Induksi-Elektromagnetik

                                  Gambar 1.2 Ilustrasi Percobaan Faraday

Saat kutub utara magnet digerakkan memasuki kumparan, jarum galvanometer menyimpang ke salah satu arah (contohnya ke kanan). Jarum tersebut akan kembali menunjuk ke nol atau tidak menyimpang apabila magnet didiamkan   di dalam kumparan. Ketika magnet batang dikeluarkan, maka jarum galvanometer akan menyimpang dengan berlawanan arah dalam kasus ini ke arah kiri. Jarum galvanometer menyimpang karena terdapat  arus yang mengalir dalam kumparan tersebut. Arus listrik timbul karena diujung-ujung kumparan timbul beda potensial saat magnet batang digerakkan ke arah masuk atau keluar dari kumparan. Beda potensial yang timbul  disebut Gaya Gerak Listrik Induksi (ggl induksi).

WhatsApp Image 2021-02-22 at 19.01.25.jpeg

Rangkaian diatas berlaku hokum ohm bahwa untuk sebuah rangkaian tertutup yaitu :

V = I . Z

Dimana Z merupakan reaktansi inductor ,sedangkan V dan I adalah nilai efektif dari tegangan dan kuat arus.

D. ALAT DAN BAHAN

Voltmeter AC (V)              Jembatan Wheatstone             Amperemeter AC (A)

 

 

 

Kumparan                           Sumber tegangan AC              Kabel

 

 

E.  PROSEDUR PERCOBAAN

1.Menyusun peralatan seperti rangkaian pada gambar.

2.Menentukan nilai V dan I.

3.Menentukan resistansi kumparan dengan wheatstone bridge.

4.Mengukur frekuensi sumber tegangan AC dengan frekuensi meter.

5.Membuat tabel dari hasil pengukuran yang telah dilakukan.

F.  DATA PENGAMATAN

Tabel 1. Data Hasil Percobaan 1

No.

V (volt)

I (ampere)

1

0,0

0,0

2

0,5

0,5

3

1,0

1,0

4

1,5

1,2

5

2,0

1,6

6

2,5

2,0

7

3,0

2,4

8

3,5

2,7

9

4,0

3,0

10

4,5

3,4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2. Data Hasil Percobaan 2

No.

V (volt)

I (ampere)

1

0,0

0,0

2

0,5

0,4

3

1,0

0,8

4

1,5

1,1

5

2,0

1,6

6

2,5

2,0

7

3,0

2,2

8

3,5

2,6

9

4,0

3,0

10

4,5

3,4

 

 

 

 

 

 

 

G. ANALISIS DATA

a.       Rangkaian 1

1.    Menentukan reaktansi induktif dari suatu kumparan dengan menggunakan metode kuadrat kecil

Percobaan ini menggunakan rangkaian tertutup maka V = 0

Y = bx + a

V = Z.I

Dimana :          V sebagai x

                        Z sebagai b

                        I sebagai y

No

X

Y

X2

Y2

XY

1

0

0

0

0

0

2

0.5

0.5

0.25

0.25

0.25

3

1

1

1

1

1

4

1.5

1.2

2.25

1.44

1.8

5

2

1.6

4

2.56

3.2

6

2.5

2

6.25

4

5

7

3

2.4

9

5.76

7.2

8

3.5

2.7

12.25

7.29

9.45

9

4

3

16

9

12

10

4.5

3.4

20.25

11.56

15.3

22.5

17.8

71.25

42.86

55.2

2

506.25

316.84

5076.56

1836.98

3047.04

 

 

    

 

 

Ralat relative :

 (3 AP)

Jadi, nilai b = (0.743±0.0173)Ω dengan ralat relative sebesar 2.36% (3 AP)

2.    Menentukan nilai reaktansi induktif

 

6

 

 

Ralat Relatif :

(3 AP)

Jadi, nilai XL = (0.727±0.00916)Ω dengan ralat relative sebesar % (3 AP)

 

3.    Menentukan nilai induktansi diri

 

Ralat Relatif :

 (3 AP)

Jadi, nilai b = (0.00231±0.0000291)Ω dengan ralat relative sebesar 1.26% (3 AP)

b.      Rangkaian 2

1.      Menentukan reaktansi induktif dari suatu kumparan dengan menggunakan metode kuadrat kecil

Percobaan ini menggunakan rangkaian tertutup maka V = 0

Y = bx + a

V = Z.I

Dimana :          V sebagai x

                        Z sebagai b

                        I sebagai y

No

X

Y

X2

Y2

XY

1

0

0

0

0

0

2

0.5

0.4

0.25

0.16

0.2

3

1

0.8

1

0.64

0.8

4

1.5

1.1

2.25

1.21

1.65

5

2

1.6

4

2.56

3.2

6

2.5

2

6.25

4

5

7

3

2.2

9

4.84

6.6

8

3.5

2.7

12.25

7.29

9.45

9

4

3

16

9

12

10

4.5

3.4

20.25

11.56

15.3

22.5

17.2

71.25

41.26

54.2

2

506.25

295.84

5076.56

1702.39

2937.64

 

 

    

 

 

Ralat relative :

 (3 AP)

Jadi, nilai b = (0.751±0.0134)Ω dengan ralat relative sebesar 1.78% (3 AP)

2.      Menentukan nilai reaktansi induktif

 

 

Ralat Relatif :

 (3 AP)

Jadi, nilai XL = (0.751±0.00887) Ω dengan ralat relative sebesar 1.18 % (3 AP)

3.      Menentukan nilai induktansi diri

 

Ralat Relatif :

 (3 AP)

Jadi, nilai L = (0.00237±0.0000282)Ω dengan ralat relative sebesar 1.19% (3 AP)

 

 

 

 

 

 

 

 

4. KESIMPULAN

Penghantar yang berbentuk kumparan apabila dialiri listrik DC maka akan berperilaku seperti magnet batang yang memiliki sifat sementara. Akan bersifat magent apabila hanya ada arus DC yang mengalir dalam rangkaian tertutup dikarenakan arah medan magnet yang dihasilkan bila menggunakan kaidah tangan kanan akan mempunyai garis gaya medan magnet yang searah. Apabila dialiri arus DC, nilai resistansi inductor hanya resistansi ohmik.

      Sedangkan apabila kumparan dialiri oleh listrik DC, maka tidak akan berperilaku seperti magnet batang sebab AC memiliki fase positif untuk setengah siklus dan setengah siklus berikutnya adalah fase negatif, sehingga arah garis gaya yang dibentuk oleh inductor berubah-ubah dan menyebabkan ada reaktansi induktif dengan nilai bergantung besar dari induktansi diri. Oleh sebab itu, apabila dialiri arus AC, maka kumparan akan memiliki hambatan ohmik dan reaktansi induktif.

      Besar dari nilai resistansi suatu kumparan dapat ditentukan dengan menggunakan prinsip Wheatstone Bridge atau Jembatan Wheatstone.

      Induktansi diri berharga 1 Henry apabila pada kumparan timbul GGL Induksi sebesar 1 Volt dengan perubahan kuat arus 1 Ampere tiap detik, dengan perumusan :

      Reaktansi induktif dari sebuah kumparan ditentukan dengan hubungan :

dimana

 

 

5. DAFTAR PUSTAKA

Amelia, A., Rustana, C. E., & Nasbey, H. (2015, October).Pengembangan Set Praktikum Faraday pada Materi Induksi Elektromagnetik.In PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) (Vol. 4, pp. SNF2015-II).

Tim Praktikum Lab Elektromagnetik:Modul Praktikum ELEKTROMAGNETIK,Jurusan Fisika Fmipa, Universitas Negeri Malang, 2018      

Gurupendidikan.com. “Induksi Elektromagnetik : Pengertian, Penerapan, dan Rumus Serta Contoh Soalnya Lengkap” . 15 Januari 2021 .https://www.gurupendidikan.co.id/induksi-elektromagnetik/ (diakses 22 februari 2021)

 

6.TUGAS DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan percobaan kumaran induksi yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa gaya gerak listrik induksi merupakan timbulnya gaya gerak listrik didalam kumparan dengan fluks garis gaya medan magnetik. Apabila terdapat variasi gerak gaya maka akan timbul gaya gerak listrik didalam medan magnet, yang mana medan magnetnya berubah-ubah terhadap waktu. Percobaan induksi kumparan dirangkai dalam 2 rangkaian, yaitu rangkaian AC dan rangkaian DC tetapi dalam percobaan ini hanya arus DC saja.Dari data yang telah diperoleh digunakan untuk membuat perhitungan induktansi kumparannya serta membuat ralat dengan metode ralat kuadrat terkecil atau kuarcil.

Dari percobaan menggunakan metode ralat kuarcil diperoleh data sebagai berikut

·         Percobaan 1, diperoleh nilai b = (0.743±0.0173)Ω dengan ralat relative sebesar 2.36% (3 AP). Nilai reaktansi induktif (0.7275±0.00008390)Ω dengan ralat relative sebesar % (4 AP). Nilai Induktansi diri (0.00211±0.0000320)Ω dengan ralat relative sebesar 1.51% (3 AP).

Percobaan 2, diperoleh nilai b = (0.751±0.0134)Ω dengan ralat relative sebesar 1.78% (3 AP). Nilai reaktansi induktif (0.7515±0.01047)Ω dengan ralat relative sebesar 0.01047 % (4 AP). Nilai Induktansi diri (0.00237±0.0000282)Ω dengan ralat relative sebesar 1.19% (3 AP).

 

1.      Bagaimana penjelasan Saudara tentang watak magnet kumparan ini? Watak magnet suatu  kumparan dapat dihubungkan dengan   sumber   arus   DC,   jadi  dalam rangkaian  tertutup  kumparan  tersebut  mampu bergerak seperti   magnet   batang dan bersifat sementara, ketika ada arus yang melewati  kumparan. Berdasarkan hukum Biot Savart, ketika kawat lurus panjang dialiri arus listrik  maka  akan  timbul  induksi  magnet pada sekitar  kawat .Apabila kawat lurus itu dibuat kumparan (Solenoid).Maka arus  kumparan   arus  akan keluar  bidang dan menuju ke bawah masuk bidang.Peristiwa tersebut sama dengan kaidah tangan kanan maka arah medan magnet akan berkumpul  menjadi  satu  kemudian menuju  ke  arah  kanan.  Hal  tersebut yang dapat menyebabkan kumparan jika dialiri arus DC akan menjadi magnet batang.

2.      Bagaimana cara menentukan kutub-kutub magnet kumparan?

Cara untuk menentukan kutub-kutub magnet pada  magnet  batang adalah menguji dengan mendekatkan magnet batang yang telah di ketahui kutub-kutubnya. Apabila sejenis maka akan  tolak-menolak, kutub tak sejenis akan tarik-menarik.

3.      Bagaimana arah garis gaya magnet yang dibangkitkan oleh kumparan yang dialiri listrik DC?

Arah  garis  gaya  yang  dibangkitkan  oleh  kumparan

dan  dialiri  oleh listrik  DC,  tergantung  pada arah  aliran  arus  DC  yang mengalir.Misalkan dengan menggunakan  kaidah  tangan kanan  yaitu  ibu  jari sebagai arah  arus,  dan empat  jari  yang  lain sebagai arah  medan  magnet. Apabila arah  medannya  ke dalam  kumparan  maka akan arah kanan. Jika ke  luar  kumparan maka akan  kanan  ke  kiri.  Ini berlaku pula dengan arah  garis gaya magnet di magnet batang, pada  luar magnet batang  dari  kutub  kearah utara  menuju selatan, kemudian ke dalam  magnet  batang   maka akan dari  arah selatan menuju ke  utara arah garis gaya magnet.

 

4.      Faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya kuat medan magnet yang dibangkitkan oleh kumparan yang dialiri listrik DC?

Rumus medan magnet di tengah kumparan :

Rumus medan magnet di ujung kumparan :

Berdasarkan kedua rumus tersebut, maka faktor yang mempengaruhi besarnya kuat medan magnet yang dibangkitkan oleh kumparan yang dialiri listrik DC adalah jumlah lilitan () dan besar kuat arus yang mengalir ()

5.      Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi nilai resistansi ohmik dari kumparan/penghantar ?

Dari rumus  yang digunakan untuk menghitung nilai hambatan jenis penghantar kawat lurus, apabila lilitan, maka akan berpengaruh dengan banyak lilitan. Oleh sebab itu, faktor yang mempengaruhi hambatan ohmik adalah hambatan jenis kawat yang digunakan sebagai kumparan (), panjang kawat () yang mempengaruhi jumlah lilitan (), dan luas penampang kawat yang digunakan sebagai kumparan ().

Apabila pengantar yang berbentuk kumparan dialiri oleh listrik AC, maka akan berpengaruh pada rangkaian yang ada, tidak hanya hambatan ohmik, tetapi mempengaruhi reaktansi induktif atau hambatan yang muncul dari kumparan. Nilai reaktansi induktif bergantung dari besar induksi diri kumparan.

6.      Apakah kumparan yang dialiri listrik AC juga berwatak sebagai magnet? Jelaskan!

Kumparan yang dialiri listrik AC tidak berwatak sebagai magnet, karena arus listrik AC bersifat bolak – balik yang dapat mengakibatkan perubahan arah medan magnet yang sangat cepat yang ditimbulkan oleh kumparan. Hal ini mengakibatkan hambatan dalam kumparan.

7.      Apa reaktansi induktif itu?

Reaktansi induktif adalah reaktansi yang timbul pada inductor apabila dialiri arus AC. Karena isyarat AC sesekali negative dan sesekali positif.

8.      Jelaskan proses munculnya reaktansi induktif!

Pada saat arus AC mengalir pada kumparan maka akan terjadi perubahan fluks magnet. Saat arus positif AC, maka medan magnet yang timbul memiliki arah tertentu. Kemudian ketika fase negatif medan magnet yang timbul arahnya akan berlawanan pada saat fase positif. Karena adanya perubahan arus dan perubahan medan magnet tersebut sehingga muncullah reaktansi induktif.

9.      Apakah induksi diri dari sebuah kumparan itu? Jelaskan!

Besarnya suatu Gerak Gaya Listrik (GGL) yang disebabkan dari akibat adanya perubahan arus sebesar 1 ampere fluks magnet yang dihasilkan oleh kumparan tersebut dinamakan dengan induktansi diri. Jika kumparan terjadi GGL induksi senilai 1 volt dengan perubahan kuat arus sebesar 1 ampere/detik maka yang terjadi induktansi diri memiliki nilai 1 hanry.

10.  Bagaimana kaitan antara reaktansi induktif dengan koefisien induksi diri dari sebuah kumparan?

Apabila koefisien induksi diri semakin besar, maka reaktasni induktif semakin besar pula.

11.  Apakah yang dimaksud dengan V efektif ?

V efektif merupakan nilai tegangan pada listrik AC yang disetarakan dengan nilaitegangan pada listrik DC yang menghasilkan jumlah kalor yang sama pada setiap penghantar dalam waktu yang sama.

12.  Apakah yang dimaksud dengan I efektif ?

I efektif merupakan nilai arus pada listrik AC yang disetarakan dengan nilai arus padalistrik DC yang menghasilkan jumlah kalor yang sama pada penghantardalam waktu yang sama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. LAMPIRAN PLAGIASI

 

Plagiarism Checker X Originality Report

Similarity Found: 17%

 

Date: Sunday, February 28, 2021

Statistics: 487 words Plagiarized / 2931 Total words

Remarks: Low Plagiarism Detected - Your Document needs Optional Improvement.

-------------------------------------------------------------------------------------------

 

PERCOBAAN 1 KUMPARAN INDUKSI LAPORAN PRAKTIKUM UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH Praktikum Elektromagnetik Yang dibina oleh Oleh kelompok 3: Fiona Putri Parama Mallisa /190321624001 Hanna Tassia Hutabarat /190321624069 Ivena Raissa Salsabella /190321624098 Mutammimatul ‘Abidah Azzahidah /190321624027 Rindy Setiyani Ningsih /190321624034 / UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FEBRUARI 2021 JUDUL Percobaan kumparan induksi TUJUAN Mahasiswa dapat memahami watak kumparan jika dialiri listrik searah (DC) Mahasiswa mampu mempelajari watak kumparan jika dialiri listrik bolak-balik (AC) Menentukan resistansi kumparan dengan Wheatstone bridgeMenentukan induktansi diri suatu kumparan Menentukan reaktansi induktif dari sebuah kumparan DASAR TEORI Induksi Elektromagnetik merupakan peristiwa timbulnya arus listrik karena adanya perubahan fluks magnetik. Fluks magnetik yaitu jumlah banyaknya garis gaya magnet yang dapat menembus suatu bidang.

 

Michael Faraday merupakan ilmuwan dari jerman, mempunyai gagasan bahwa medan magnet dapat menghasilkan sebuah arus listrik. Kemudian pada tahun 1821 Michael Faraday membuktikan adanya perubahan medan magnet yang dapat menimbulkan arus listrik. / Gambar 1.1 Kumparan yang dialiri oleh listrik DC Apabila pada suatu penghantar berbentuk kumparan yang dialiri listrik DC, maka penghantar tersebut dapat berperilaku seperti magnet batang. Sedangkan dalam rangkaian tertutup sumber tegangan DC, nilai resistansi dari induktor hanyalah resistansi ohm.

 

Apabila pada suatu penghantar berbentuk kumparan yang dialiri listrik AC, maka yang berpengaruh pada rangkaian tersebut tidak hanya hambatan ohmtetapi juga hambatan yang muncul dari kumparan (reaktansi induktif).Nilai reaktansi induktif dapat bergantung pada jumlah besarnya induksi diri kumparan.Reaktansi suatu induktor/kumparan, banyak difungsikan pada rangkaian-rangkaian elektronik. _ Terdapat beberapa faktor yang bisa berpengaruh besar pada GGL induksi yaitu : (1) Kecepatan perubahan medan magnet, apabila perubahan medan magnet semakin cepat, maka GGL induksi yang timbul juga akan semakin besar.

 

(2) Jumlah banyaknya lilitan, Semakin banyak lilitannya, maka GGL induksi yang timbul akan semakin besar. (3) Kekuatan magnet, Semakin kuat gejala kemagnetannya, maka semakin besar pula GGL induksi yang akan timbul. / Gambar 1.2 Ilustrasi Percobaan Faraday Saat kutub utara magnet digerakkan memasuki kumparan, jarum galvanometer menyimpang ke salah satu arah (contohnya ke kanan). Jarum tersebut akan kembali menunjuk ke nol atau tidak menyimpang apabila magnet didiamkan   di dalam kumparan. Ketika magnet batang dikeluarkan, maka jarum galvanometer akan menyimpang dengan berlawanan arah dalam kasus ini ke arah kiri.

 

Jarum galvanometer menyimpang karena terdapat arus yang mengalir dalam kumparan tersebut. Arus listrik timbul karena diujung-ujung kumparan timbul beda potensial saat magnet batang digerakkan ke arah masuk atau keluar dari kumparan. Beda potensial yang timbul disebut Gaya Gerak Listrik Induksi (ggl induksi). / Rangkaian diatas berlaku hokum ohm bahwa untuk sebuah rangkaian tertutup yaitu : V = I . Z Dimana Z merupakan reaktansi inductor ,sedangkan V dan I adalah nilai efektif dari tegangan dan kuat arus.

 

ALAT DAN BAHAN Voltmeter AC (V) Jembatan Wheatstone Amperemeter AC (A) Kumparan Sumber tegangan AC Kabel PROSEDUR PERCOBAAN Menyusun peralatan seperti rangkaian pada gambar. Menentukan nilai V dan I. Menentukan resistansi kumparan dengan wheatstone bridge. Mengukur frekuensi sumber tegangan AC dengan frekuensi meter. Membuat tabel dari hasil pengukuran yang telah dilakukan. DATA PENGAMATAN Tabel 1. Data Hasil Percobaan 1 No. _V (volt) _I (ampere) _ _1 _0,0 _0,0 _ _2 _0,5 _0,5 _ _3 _1,0 _1,0 _ _4 _1,5 _1,2 _ _5 _2,0 _1,6 _ _6 _2,5 _2,0 _ _7 _3,0 _2,4 _ _8 _3,5 _2,7 _ _9 _4,0 _3,0 _ _10 _4,5 _3,4 _ _ Tabel 2. Data Hasil Percobaan 2 No.

 

_V (volt) _I (ampere) _ _1 _0,0 _0,0 _ _2 _0,5 _0,4 _ _3 _1,0 _0,8 _ _4 _1,5 _1,1 _ _5 _2,0 _1,6 _ _6 _2,5 _2,0 _ _7 _3,0 _2,2 _ _8 _3,5 _2,6 _ _9 _4,0 _3,0 _ _10 _4,5 _3,4 _ _ ANALISIS DATA Rangkaian 1 Menentukan reaktansi induktif dari suatu kumparan dengan menggunakan metode kuadrat kecil Percobaan ini menggunakan rangkaian tertutup maka V = 0 Y = bx + a V = Z.I Dimana : V sebagai x Z sebagai b I sebagai y No _X _Y _X2 _Y2 _XY _ _1 _0 _0 _0 _0 _0 _ _2 _0.5 _0.5 _0.25 _0.25 _0.25 _ _3 _1 _1 _1 _1 _1 _ _4 _1.5 _1.2 _2.25 _1.44 _1.8 _ _5 _2 _1.6 _4 _2.56 _3.2 _ _6 _2.5 _2 _6.25 _4 _5 _ _7 _3 _2.4 _9 _5.76 _7.2 _ _8 _3.5 _2.7 _12.25 _7.29 _9.45 _ _9 _4 _3 _16 _9 _12 _ _10 _4.5 _3.4 _20.25 _11.56 _15.3 _ _? _22.5 _17.8 _71.25 _42.86 _55.2 _ _?2 _506.25 _316.84 _5076.56 _1836.98 _3047.04 _ _ ??= ???????-?????? ??? ?? 2 - ( ?? ) 2 = 10 55.2 - (22.5)(17.8) 10 71.25 - (506.25) = 552-400.5 712.5-506.25 = 151.5 206.25 =0.7345 ?? ?? = 1 ??-2 ?y 2 - ?x 2 (?y) 2 - 2 ?x ? xy ?y+ (?xy) 2 ???x 2 - (?x) 2 = 1 10-2 42.86- 71.25 (316.84) - 2 22.5 55.2 17.8 +10(3047.04) 10 (71.25)-506.25 ?? ?? = 1 8 42.86- (8830.05) 206.25 ?? ?? = 1 8 42.86-42.81 ?? ?? = 1 8 0.047 ?? ?? = 0.079 ?? ?? = ?? ?? ?? ???x 2 - (?x) 2 ?? ?? = 0.079 10 10 (71.25)-506.25 ?? ?? = 0.079 0.0484 ?? ?? = 0.079(0.22) ?? ?? = 0.01738 Ralat relative : = ?? ?? ?? ?? 100% = 0.01738 0.7345 ?? 100% =2.36 (3 AP) Jadi, nilai b = (0.743±0.0173)? dengan ralat relative sebesar 2.36% (3 AP) / Menentukan nilai reaktansi induktif ( ?? ?? ) ??=??=0.7435 ?? ?? = ?? 2 - ?? 2 ?? ?? = ( 0.7345) 2 - (0.1) 2 ?? ?? = 0.5394-0.01 ?? ?? = 0.5294 ?? ?? = 0.7275 ?? ???? = ?? ?? ?? ???? .

 

?? ?? 2 + ?? ?? ?? ???? . 2 3 ??? 2 ?? ???? = ?? ?? 2 - ?? 2 ???? . ?? ?? 2 + ?? ?? 2 - ?? 2 ???? . 2 3 ??? 2 ?? ???? = 1 2 .2??. (?? 2 - ?? 2 ) - 1 2 . ?? ?? 2 + - 1 2 .2??. (?? 2 - ?? 2 ) - 1 2 . 2 3 ??? 2 ?? ???? = ?? (?? 2 - ?? 2 ) 1 2 . ?? ?? 2 + -?? (?? 2 - ?? 2 ) 1 2 . 2 3 ??? 2 ?? ???? = 0.7345 0.7275 .0 2 + -0.1 0.7275 . 2 3 .0.1 2 ?? ???? =8.39056 ?? 10 -5 Ralat Relatif : = ?? ???? ?? ?? ?? 100% = 8.39056 ?? 10 -5 0.7275 ?? 100% =0.0115 (4 AP) Jadi, nilai b = (0.7275±0.00008390)? dengan ralat relative sebesar 0.0115% (4 AP) Menentukan nilai induktansi diri ?? ?? =??? ??= ?? ?? 2???? ??= 0.6628 2??50 ??= 0.00211 ?? ?? = ???? ?? ?? ?? . ?? ???? 2 ?? ?? = ?? ?? ?? 2???? ?? ?? ?? .

 

?? ???? 2 ?? ?? = 1 2???? ?? ???? ?? ?? = 1 2??50 0.010058 ?? ?? = 3.2031 ?? 10 -5 Ralat Relatif : = ?? ?? ?? ?? 100% = 3.2031 ?? 10 -5 0.00211 ?? 100% =1.51 (3 AP) Jadi, nilai b = (0.00211±0.0000320)? dengan ralat relative sebesar 1.51% (3 AP) Rangkaian 2 Menentukan reaktansi induktif dari suatu kumparan dengan menggunakan metode kuadrat kecil Percobaan ini menggunakan rangkaian tertutup maka V = 0 Y = bx + a V = Z.I Dimana : V sebagai x Z sebagai b I sebagai y No _X _Y _X2 _Y2 _XY _ _1 _0 _0 _0 _0 _0 _ _2 _0.5 _0.4 _0.25 _0.16 _0.2 _ _3 _1 _0.8 _1 _0.64 _0.8 _ _4 _1.5 _1.1 _2.25 _1.21 _1.65 _ _5 _2 _1.6 _4 _2.56 _3.2 _ _6 _2.5 _2 _6.25 _4 _5 _ _7 _3 _2.2 _9 _4.84 _6.6 _ _8 _3.5 _2.7 _12.25 _7.29 _9.45 _ _9 _4 _3 _16 _9 _12 _ _10 _4.5 _3.4 _20.25 _11.56 _15.3 _ _? _22.5 _17.2 _71.25 _41.26 _54.2 _ _?2 _506.25 _295.84 _5076.56 _1702.39 _2937.64 _ _ ??= ???????-?????? ??? ?? 2 - ( ?? ) 2 = 10 54.2 - (22.5)(17.2) 10 71.25 - (506.25) = 542-387 712.5-506.25 = 155 206.25 =0.75151 ?? ?? = 1 ??-2 ?y 2 - ?x 2 (?y) 2 - 2 ?x ? xy ?y+ (?xy) 2 ???x 2 - (?x) 2 = 1 10-2 41.26- 71.25 (295.84) - 2 22.5 54.2 17.2 +10(2937.64) 10 (71.25)-506.25 ?? ?? = 1 8 41.26- (8504.2) 206.25 ?? ?? = 1 8 41.26-41.23 ?? ?? = 1 8 0.03 ?? ?? = 0.061 ?? ?? = ?? ?? ?? ???x 2 - (?x) 2 ?? ?? = 0.061 10 10 (71.25)-506.25 ?? ?? = 0.061 0.0484 ?? ?? = 0.061(0.22) ?? ?? = 0.01342 Ralat relative : = ?? ?? ?? ?? 100% = 0.01342 0.75151 ?? 100% =1.78 (3 AP) Jadi, nilai b = (0.751±0.0134)? dengan ralat relative sebesar 1.78% (3 AP) / Menentukan nilai reaktansi induktif ( ?? ?? ) ??=??=0.75151 ?? ?? = ?? 2 - ?? 2 ?? ?? = ( 0.75151) 2 - (0.1) 2 ?? ?? = 0.5647-0.01 ?? ?? = 0.5547 ?? ?? = 0.7447 ?? ???? = ?? ?? ?? ???? . ?? ?? 2 + ?? ?? ?? ???? . 2 3 ??? 2 ?? ???? = ?? ?? 2 - ?? 2 ???? . ?? ?? 2 + ?? ?? 2 - ?? 2 ???? . 2 3 ??? 2 ?? ???? = 1 2 .2??. (?? 2 - ?? 2 ) - 1 2 . ?? ?? 2 + - 1 2 .2??. (?? 2 - ?? 2 ) - 1 2 .

 

2 3 ??? 2 ?? ???? = ?? (?? 2 - ?? 2 ) 1 2 . ?? ?? 2 + -?? (?? 2 - ?? 2 ) 1 2 . 2 3 ??? 2 ?? ???? = 0.7447 0.75151 .0 2 + -0.1 0.75151 . 2 3 .0.1 2 ?? ???? =7.8730 ?? 10 -5 Ralat Relatif : = ?? ???? ?? ?? ?? 100% = 7.8730 ?? 10 -5 0.75151 ?? 100% =0.01047 (4 AP) Jadi, nilai b = (0.7515±0.01047)? dengan ralat relative sebesar 0.01047 % (4 AP) Menentukan nilai induktansi diri ?? ?? =??? ??= ?? ?? 2???? ??= 0.7447 2??50 ??= 0.00237 ?? ?? = ???? ?? ?? ?? . ?? ???? 2 ?? ?? = ?? ?? ?? 2???? ?? ?? ?? . ?? ???? 2 ?? ?? = 1 2???? ?? ???? ?? ?? = 1 2??50 0.008873 ?? ?? = 2.8257 ?? 10 -5 Ralat Relatif : = ?? ?? ?? ?? 100% = 2.8257 ?? 10 -5 0.00237 ?? 100% =1.19 (3 AP) Jadi, nilai b = (0.00237±0.0000282)? dengan ralat relative sebesar 1.19% (3 AP) KESIMPULAN Penghantar yang berbentuk kumparan apabila dialiri listrik DC maka akan berperilaku seperti magnet batang yang memiliki sifat sementara.

 

Akan bersifat magent apabila hanya ada arus DC yang mengalir dalam rangkaian tertutup dikarenakan arah medan magnet yang dihasilkan bilamenggunakan kaidah tangan kanan akan mempunyai garis gaya medan magnet yang searah. Apabila dialiri arus DC, nilai resistansi inductor hanya resistansi ohmik. Sedangkan apabila kumparan dialiri oleh listrik DC, maka tidak akan berperilaku seperti magnet batang sebab AC memiliki fase positif untuk setengah siklus dan setengah siklus berikutnya adalah fase negatif, sehingga arah garis gaya yang dibentuk oleh inductor berubah-ubah dan menyebabkan ada reaktansi induktif dengan nilai bergantung besar dari induktansi diri. Oleh sebab itu, apabila dialiri arus AC, maka kumparan akan memiliki hambatan ohmik dan reaktansi induktif.

 

Besar dari nilai resistansi suatu kumparan dapat ditentukan dengan menggunakan prinsip Wheatstone Bridge atau Jembatan Wheatstone. Induktansi diri berharga 1 Henry apabila pada kumparan timbul GGL Induksi sebesar 1 Volt dengan perubahan kuat arus1 Ampere tiap detik, dengan perumusan : ??= ??Ø ?? Reaktansi induktif dari sebuah kumparan ditentukan dengan hubungan : ?? ?? =2??????= ?? 2 - ?? 2 dimana??= ?? ?? ?? ?? =?????????????????? ???????????????? ?? ??=?????????????????? ???? ??=???????????????????? ???????? ?????????? ??=?????????????????? ???????????????? ?? ??=?????????????????? ??h?????? ???????????????? ?? ??=???????????????? ???????? ??=???????? (????????????) DAFTAR PUSTAKA Amelia, A., Rustana, C. E.,& Nasbey, H. (2015, October).Pengembangan Set Praktikum Faraday pada Materi Induksi Elektromagnetik.In PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) (Vol. 4, pp. SNF2015-II).

 

Tim Praktikum Lab Elektromagnetik:Modul Praktikum ELEKTROMAGNETIK,Jurusan Fisika Fmipa, Universitas Negeri Malang, 2018 Gurupendidikan.com. “Induksi Elektromagnetik : Pengertian, Penerapan, dan Rumus Serta Contoh Soalnya Lengkap” . 15 Januari 2021 .https://www.gurupendidikan.co.id/induksi-elektromagnetik/ (diakses 22 februari 2021) TUGAS DAN PEMBAHASAN Berdasarkan percobaan kumaran induksi yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa gaya gerak listrik induksi merupakan timbulnya gaya gerak listrik didalam kumparan dengan fluks garis gaya medan magnetik. Apabila terdapat variasi gerak gaya maka akan timbul gaya gerak listrik didalam medan magnet, yang mana medan magnetnya berubah-ubah terhadap waktu.

 

Percobaan induksi kumparan dirangkai dalam 2 rangkaian, yaitu rangkaian AC dan rangkaian DC tetapi dalam percobaan ini hanya arus DC saja.Dari data yang telah diperoleh digunakan untuk membuat perhitungan induktansi kumparannya serta membuat ralat dengan metode ralat kuadrat terkecil atau kuarcil. Dari percobaan menggunakan metode ralat kuarcil diperoleh data sebagai berikut Percobaan 1, diperoleh nilai b = (0.743±0.0173)? dengan ralat relative sebesar 2.36% (3 AP). Nilai reaktansi induktif (0.7275±0.00008390)? dengan ralat relative sebesar 0.0115% (4 AP). Nilai Induktansi diri (0.00211±0.0000320)? dengan ralat relative sebesar 1.51% (3 AP). Percobaan 2, diperoleh nilai b = (0.751±0.0134)? dengan ralat relative sebesar 1.78% (3 AP). Nilai reaktansi induktif (0.7515±0.01047)? dengan ralat relative sebesar 0.01047 % (4 AP). Nilai Induktansi diri (0.00237±0.0000282)? dengan ralat relative sebesar 1.19% (3 AP).

 

Bagaimana penjelasan Saudara tentang watak magnet kumparan ini? Watak magnet suatu kumparan dapat dihubungkan dengan sumber arus DC, jadi dalam rangkaian tertutup kumparan tersebut mampu bergerak seperti magnet batang dan bersifat sementara, ketika ada arus yang melewati kumparan. Berdasarkan hukum Biot Savart, ketika kawat lurus panjang dialiri arus listrik maka akan timbul induksi magnet pada sekitar kawat .Apabila kawat lurus itu dibuat kumparan (Solenoid).Maka arus kumparan arus akan keluar bidang dan menuju ke bawah masuk bidang.Peristiwa tersebut sama dengan kaidah tangan kanan maka arah medan magnet akan berkumpul menjadi satu kemudian menuju ke arah kanan.

 

Hal tersebut yang dapat menyebabkan kumparan jika dialiri arus DC akan menjadi magnet batang. Bagaimana cara menentukan kutub-kutub magnet kumparan? Cara untuk menentukan kutub-kutub magnet pada magnet batang adalah menguji dengan mendekatkan magnet batang yang telah di ketahui kutub-kutubnya. Apabila sejenis maka akan tolak-menolak, kutub tak sejenis akan tarik-menarik.

 

Bagaimana arah garis gaya magnet yang dibangkitkan oleh kumparan yang dialiri listrik DC?Arah garis gaya yang dibangkitkan oleh kumparan dan dialiri oleh listrik DC, tergantung pada arah aliran arus DC yang mengalir.Misalkan dengan menggunakan kaidah tangan kanan yaitu ibu jari sebagai arah arus, dan empat jari yang lain sebagai arah medan magnet. Apabila arah medannya ke dalam kumparan maka akan arah kanan. Jika ke luar kumparan maka akan kanan ke kiri. Ini berlaku pula dengan arah garis gaya magnet di magnet batang, pada luar magnet batang dari kutub kearah utara menuju selatan, kemudian ke dalam magnet batang maka akan dari arah selatan menuju ke utara arah garis gaya magnet.

 

Faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya kuat medan magnet yang dibangkitkan oleh kumparan yang dialiri listrik DC? Rumus medan magnet di tengah kumparan :??= ?? 0 ?? ?? Rumus medan magnet di ujung kumparan :??= ?? 0 ?? ?? 2 Berdasarkan kedua rumus tersebut, maka faktor yang mempengaruhi besarnya kuat medan magnet yang dibangkitkan oleh kumparan yang dialiri listrik DC adalah jumlah lilitan (??) dan besar kuat arus yang mengalir (??) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi nilai resistansi ohmik dari kumparan/penghantar ? Dari rumus ??=?? ?? ?? yang digunakan untuk menghitung nilai hambatan jenis penghantar kawat lurus, apabila lilitan, maka akan berpengaruh dengan banyak lilitan.

 

Oleh sebab itu, faktor yang mempengaruhi hambatan ohmik adalah hambatan jenis kawat yang digunakan sebagai kumparan (??), panjang kawat (??) yang mempengaruhi jumlah lilitan (??), dan luas penampang kawat yang digunakan sebagai kumparan (??). Apabila pengantar yang berbentuk kumparan dialiri oleh listrik AC, maka akan berpengaruh pada rangkaian yang ada, tidak hanya hambatan ohmik, tetapi mempengaruhi reaktansi induktif atau hambatan yang muncul dari kumparan. Nilai reaktansi induktif bergantung dari besar induksi diri kumparan.

 

Apakah kumparan yang dialiri listrik AC juga berwatak sebagai magnet? Jelaskan! Kumparan yang dialiri listrik AC tidak berwatak sebagai magnet, karena arus listrik AC bersifat bolak – balik yang dapat mengakibatkan perubahan arah medan magnet yang sangat cepat yang ditimbulkan oleh kumparan. Hal ini mengakibatkan hambatan dalam kumparan. Apa reaktansi induktif itu? Reaktansi induktif adalah reaktansi yang timbul pada inductor apabila dialiri arus AC. Karena isyarat AC sesekali negative dan sesekali positif. Jelaskan proses munculnya reaktansi induktif! Pada saat arus AC mengalir pada kumparan maka akan terjadi perubahan fluks magnet. Saat arus positif AC, maka medan magnet yang timbul memiliki arah tertentu.

 

Kemudian ketika fase negatif medan magnet yang timbul arahnya akan berlawanan pada saat fase positif. Karena adanya perubahan arus dan perubahan medan magnet tersebut sehingga muncullah reaktansi induktif. Apakah induksi diri dari sebuah kumparan itu? Jelaskan! Besarnya suatu Gerak Gaya Listrik (GGL) yang disebabkan dari akibat adanya perubahan arus sebesar 1 ampere fluks magnet yang dihasilkan oleh kumparan tersebut dinamakan dengan induktansi diri. Jika kumparan terjadi GGL induksi senilai 1 volt dengan perubahan kuat arus sebesar 1 ampere/detik maka yang terjadi induktansi diri memiliki nilai 1 hanry.

 

Bagaimana kaitan antara reaktansi induktif dengan koefisien induksi diri dari sebuah kumparan? Apabila koefisien induksi diri semakin besar, maka reaktasni induktif semakin besar pula. Apakah yang dimaksud dengan V efektif ? V efektif merupakan nilai tegangan pada listrik AC yang disetarakan dengan nilaitegangan pada listrik DC yang menghasilkan jumlah kalor yang sama pada setiap penghantar dalam waktu yang sama.Apakah yang dimaksud dengan I efektif ? I efektif merupakan nilai arus pada listrik AC yang disetarakan dengan nilai arus padalistrik DC yang menghasilkan jumlah kalor yang sama pada penghantardalam waktu yang sama.

 

LAMPIRAN PLAGIASI LAMPIRAN PERCOBAAN

 

INTERNET SOURCES:

-------------------------------------------------------------------------------------------

1% - https://he-wroteyou.xyz/2015/02/teori-rumus-induktansi-pada-induktor-i32m3728y510k3.html

<1% - https://ardra.biz/topik/contoh-soal-menentukan-fluks-magnetik-dalam-medan-magnet/

1% - https://lokaltuban.blogspot.com/2016_06_04_archive.html

11% - https://doku.pub/documents/praktikum-1-kumparan-induksidoc-91q789y9kr0v

1% - https://www.slideshare.net/muhammadlridlo/kelompok-2-ggl-induksi-elektromagnetik-dan-gaya-lorentz

1% - https://adityafinly.blogspot.com/2014/03/induksi-elektromagnetik.html

1% - https://trissutrisno12.wordpress.com/2013/01/07/medan-elektromagnetik/

1% - https://delianaharun.wordpress.com/

1% - https://www.academia.edu/17771478/Makalah_Kelompok_11_Induksi_Magnetik_dan_Gaya_Lorentz

1% - https://imroatulwahid.blogspot.com/2013/05/induksi-elektromagnetik.html

<1% - http://kemahasiswaan.um.ac.id/wp-content/uploads/2010/04/PKM-GT-10-UM-Syamsudin-Identifikasi-Kemurnian-Minyak-.docx

<1% - https://www.academia.edu/35453655/ANALISA_PENGUKURAN_KUAT_ARUS_DAN_BEDA_POTENSIAL_TERHADAP

<1% - https://www.coursehero.com/file/pg5t0u/2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-2-1-2-2-2-2-2-2-1-a-Seg%C3%BAn-Tresca/

2% - https://wennyphysics.blogspot.com/2012/02/laporan-praktikum-kumparan-induksi.html

<1% - https://123dok.com/document/y6x235gy-analisis-perbandingan-efisiensi-akibat-pergeseran-dengan-menggunakan-metode.html

<1% - http://repository.upi.edu/26609/9/S_KIM_1203108_Bibliography.pdf

<1% - https://embaheinstein.blogspot.com/2015/02/rpp-induksi-faraday-k-13.html

<1% - https://edigunawan01.blogspot.com/2013/04/algoritma-pemrograman-dengan.html

1% - http://fisika.lipi.go.id/layanan/berkas/proposal/PR22291.pdf

 

8.   LAMPIRAN PERCOBAAN

Percobaan 1

Percobaan 2

Screenshot (453)

Screenshot (454)

Screenshot (455)

 

 

 

Komentar